Manfaat Dari Rasi Bintang di AngkasaManfaat Dari Rasi Bintang di Angkasa telah di gunakan sejak jaman dahulu kala. Sebelum kompas di ciptakan, dan di gunakan sebagai penunjuk arah malam hari.

Di peradaban kuno, sebelum teknologi menjadi lebih maju seperti sekarang ini, bentuk dan rasi bintang yang ada di langit malam hari sering menjadi hal yang di agung – agungkan oleh orang jaman dahulu.

Dimana banyak yang percaya bahwa ras – ras bintang di angkasa memiliki elemen penting yang dapat mempengaruhi kehidupan mereka di muka bumi. Dahulu mereka menganggap susunan bintang di angkasa dengan berbagai bentuk yang ada di bumi.

Baca Juga Artikel kami Lainnya di Tempat Wisata Yang Berada Di Jepang

Manfaat Dari Rasi Bintang di Angkasa Raya

Jaman sekarang, rasi atau bentuk bintang tersebut di namakan dengan Konstelasi. Yang biasanya hanya bisa di lihat dalam wilayah – wilayah tertentu saja.

Rasi bintang ini jaman dahulu di manfaatkan sebagai penunjuk arah untuk para nelayan yang sedang mencari ikan di laut. Selain itu, rasi bintang ini juga di manfaatkan oleh petani sebagai penentu waktu untuk melakukan panen di lahan mereka atau kapan mereka harus memulai untuk bertani.

Hal tersebut biasanya di tentukan dengan satu jenis  susunan bintang yang memiliki pengaturan tertentu.  Di jaman dulu juga, manusia telah  membagi langit menjadi beberapa bagian, yang merupakan wilayah dari rasi bintang itu sendiri.

Penamaan Rasi Bintang

Karena jaman dahulu manusia percaya dengan mitologi yang beragam, banyak dari rasi bintang tersebut memiliki bentuk atau susunan yang mirip dengan mahluk atau karakter yang ada di dalam mitologi tersebut.

Oleh sebab itu, saat ini kita mengetahui konstelasi bintang yang namanya cukup unik seperti Orion, Andromeda, Aquarius, Sagitarius, dan sebagainya. Penamaand ari bintang bintang tersebut biasanyta berasal dari mitologi kuni dari Yunani.

Nama – nama konstelasi tersebut di dapatkan melalui catatan kuno yang di temukan di lembah sungai efrat pada tahun 4000 sebelum masehi. Dan pada masa itu, orang – orang telah mengenal rasi bintang dengan sebut seperti Leo, taurus, dan juga Scorpio.

Catatan ini juga di temukan pada karya dari Sastrawan Homerus, yang ada di abad ke 9 sebelum masehi dan juga dapnat di temukan di dalam karya Aratus pada abad ke 3 sebelum masehi.

Bangsa Babilonia dan juga Yunani setelah itu memperhatikan langit, bahwa terdapat beberap rasi bintang yang selalu melewati planet – planet dan juga matahari.

Menurut ahli mereka, pembagian rasi bintang tersebut menjadi 12 bagian, dengan planet, dan juga matahari  menjadi satu zodiak selama 1 bulan.

Catatan tentang konstelasi tersebut dapat di temukan di bukut dan catatan tentang konstelasi dari karya Ptolemaeus, Almagest. Dimana buku tersebut menjelaskan tentang 48 konstelasi yang sudah di ketahui pada masa itu.

47 dari 48 rasi bintang tersebut sama dengan konstelasi yang kita ketahui pada masa ini.  Lalu di tahun 1928, IAU atau International Astronomical Union telah mengesahkan rasi bintang baru sebanyak 88 buah.

Dimana rasi – rasi tersebut memiliki tempatnya sendiri. Dan dari dulu hingga sekarang, konstalasi atau rasi bintang dapat di manfaatkan dalam berbagai hal. Dan berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat kita ketahui untuk rasi bintangnya.

Manfaat Konstalasi Bintang di Angkasa

Seperti yang kita ketahui dalam artikel diatas, rasi bintang memiliki beberapa fungsi yang dapat kita manfaatkan apabila teknologi yang kita eksploit sekarang sudah tidak berfungsi lagi. Dimana berikut adalah beberapa fungsi dari konstelasi bintang di luar angkasa.

Sebagai Penunjuk Arah Kompas

Arah Utara

Bagi kalian yang ingin mengetahui kearah mana bagian utara saat kita bepergian dimalam hari. Kalian dapat cari konstelasi yang bernama Ursa Major.

Rasi bintang ini di kenal sebagai konstelasi bintang Biduk, atau beruang besar. Karena konstelasi ini terbentuk dari 7 bintang yang selalu muncul selama 1 tahun  di bagian utara langit.

Rasi bintang ini lah yang akan menunjukan arah utara dengan mudah, karena salah satu bintangnya yang sangat terang sebagai penunjuk arah utara di ujung rasi bintangnya.

Arah Barat

Bagi kalian yang ingin mengetahui kearah mana bagian utara saat kita bepergian dimalam hari. Kalian dapat cari konstelasi yang bernama Orion.

Rasi bintang ini dapat kita manfaatkan sebagai penunjuk arah barat saat malam hari. Di Indonesia sendiri konstelasi bintang ini di sebut sebagai konstelasi pemburu atau Waluku.

Karena rasi bintang ini tersusun dari tiga buah bintang yang sejajar dan kembar membentuk sabuk orion. Yang juga di sebut dengan nama Orion Belt.

Rasi bintang ini sangat mudah untuk dilihat di malam hari di area perkotaan. Karena jumlah bintang yang hanya 3 buah saja, membentuk sebuah garis sejajar.

Dengan beberapa  bintang lainnya yang menyerupai manusia membawa perisai dan senjata. Dan tiga buah bintang tadi berada di daerah pingganngnya.

Arah Selatan

Bagi kalian yang ingin mengetahui kearah mana bagian utara saat kita bepergian dimalam hari. Kalian dapat cari konstelasi yang bernama Crux.

Konstelasi ini memiliki bentuk seperti ikan atau layang – layang. KOnstelasi ini dapat kita temukan jika kita melihat ke arah selatan

Rasi bintang ini juga sering di sebut sebagai salib selatan, sehingga bintang ini menjadi penentu arah selatan apabila kita melihatnya di malam haris.

Arah Tenggara

Bagi kalian yang ingin mengetahui kearah mana bagian utara saat kita bepergian dimalam hari. Kalian dapat cari konstelasi yang bernama Scorpio / Scorpius.

Rasi bintang ini merupakan rasi bintang yang menunjukan arah tenggara. Dengan rasi bintang yang di gambarkan seperti seekor kalajengking yang memang sulit untuk di temukan.

Hal tersebut di karenakan rasi bintang ini di tentukan oleh susunan dari beberapa bintang, dengan bentuk yang bisa di bilang rumit.

Walaupun begitu, letak dari rasi bintang ini dapat kalian temukan di daerah tenggara, dan sebagai penunjuk arahnya.

Sebagai Penentu Musim

Sebelum kalender diciptakan oleh ilmuwan muslim bernama Omar Khayyam pada tahun 1072 Masehi. Orang kuno jaman dahulu menggunakan bintang sebagai penentu musimnya.

Hal ini di lakukan karena setiap bulannya ada rasi bintang yang hanya muncul satu bulan sekali. Sehingga penentuan musim di lakukand engan melihat rasi bintang tertentu yang muncul di langit pada malam hari.

Hal ini juga termasuk sebagai pemanfaatan rasi bintang untuk kalender alami oleh orang kuno jaman dulu.

Untuk Membantu Pertanian

Seperti halnya penentu musim, nenek moyang kita memanfaatkan konstelasi bintang sebagai penentu kapan mereka harus memulai bertani atan menanam benih. Selain itu mereka juga menentukan kapan harus melakukan panen dengan rasi bintang ytang tersebar di angkasa.

Akan tetapi dengan perkembangan jaman modern, hal ini semakin ditinggalkan oleh masyarakat modern yang bertani menggunakan kalender yang dapat di temui dimana saja.

Membantu Pendaki Gunung

Rasi bintang sangat bermanfaat bagi pendaki apabila kompas yang mereka miliki tidak berfungsi dengan baik atau rusak. Karena terkadang hutan dan pegunungan batu akan memiliki medan magnet sendiri yang membuat kompas menjadi tidak akurat atau bahkan tidak berfungsi sama sekali.